Senin, 20 September 2010

IPA Kelas 4 SD (Benda Padat, Cair, Dan Gas)



BENDA PADAT, CAIR DAN GAS



·        Benda-benda di alam semesta digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu benda padat, benda cair dan benda gas. Setiap jenis benda mempunyai sifat yang membedakannya dengan jenis benda lainnya. Bahkan sesama benda padat pun mempunyai sifat yang berbeda dari benda padat lainnya.

·        Dalam keadaan beku, air termasuk ke dalam zat padat. Jika es terkena panas maka es akan berubah menjadi benda cair. Jika es cair itu didinginkan kembali maka air akan berubah akan menjadi padat kembali. Perubahan benda dari satu bentuk ke bentuk lainnya dinamakan perubahan wujud. 

 
A. Sifat-sifat Benda Padat

·        Walaupun sama-sama benda padat, berbagai benda padat mempunyai perbedaan. 

·        Plastisin memiliki sifat yang berbeda dengan batu. Dalam ukuran yang sama, batu lebih berat dari pada plastisin. Jika ditekan dengan jari maka bentuk plastisin berubah. Tetapi batu tidak akan berubah meskipun ditekan sekuat tenaga dengan jari. Hal ini menunjukkan plastisin lebih lunak dari pada batu. Plastisin mudah dibentuk sesuai kehendak kita. Batu sulit diubah bentuknya kecuali dengan menggunakan alat lain. 

·        Sifat-sifat benda padat, diantaranya :

1.      Bentuk benda padat tidak mengikuti wadahnya

Meskipun berpindah-pindah tempat, benda padat tidak akan berubah sesuai tempat yang ditempatinya.

2.      Bentuk benda padat dapat diubah sesuai kehendak.

Benda padat tidak berubah bentuk sesuai tempat yang ditempatinya. Benda  padat hanya akan berubah bila kita melakukan suatu tindakan seperti menekan, memotong, mendorong pada benda tersebut (perlakuan tertentu ini disebut gaya).

 
B. Sifat-sifat Benda Cair

Beberapa benda cair yang sudah kita kenal adalah air, sirup, minyak dll. Sifat-sifat benda cair ini diantaranya:

 

1.      Bentuk benda cair mengikuti bentuk wadahnya.

Jika memindahkan benda cair dari wadah yang berbentuk bulat ke wadah yang berbentuk persegi kemudian ke wadah yang berbentuk segitiga maka kamu akan melihat bahwa benda cair akan selalu mengikuti bentuk wadah yang ditempatinya.

2.      Bentuk permukaan benda cair yang tenang selalu datar

Permukaan  laut tampak bergelombang, tidak datar. Permukaan air laut tidak datar pada saat tertiup angin. Seandainya laut diberi kesempatan untuk tidak mendapatkan tiupan angin barang sesaat, kamu perhatikan bak-baik, permukaan laut akan datar pada saat tidak ada angin. 

3.      Bentuk permukaan benda cair yang tenang berbeda dengan benda cair yang bergejolak. 

Pada permukaan benda cair yang tenang terlihat permukaan air akan datar walaupun wadahnya dimiringkan.

4.      Benda cair mengalir ke tempat rendah

Perhatikan aliran air di sekitar rumahmu, pasti kamu  akan mengetahui bahwa secara alami air akan selalu mencari tempat yang lebih rendah. Air hanya akan menuju ke tempat yang lebih tinggi bila mendapatkan gaya dari luar atau bila kita melakukan suatu tindakan padanya, misalkan dipompa, disedot ataupun ditiup..

5.      Benda cair menekan ke segala arah

Air mempunyai tekanan. Dalam satu tempat yang sama, tekanan air dapat berbeda. 

Semakin rendah tekanan air pada tempat itu semakin besar. Hal ini dapat dibuktikan dengan membuat air menjadi memancar. 

Pancaran air dari tempat rendah tampak lebih jauh. 

Itulah sebabnya tembok dalam bendungan dibuat makin ke bawah makin tebal. Tembok dibuat makin tebal untuk menahan tekanan air yang makin besar di bagian bawah.


6.      Benda cair meresap melalui celah-celah kecil

Air yang tergenang di lantai dapat dilap menggunakan tisu, kertas koran atau kain pel. Kemudian kertas koran, tisu atau kain pel menjadi basah. Benda cair di lantai tadi telah pindah ke tisu, kertas koran atau kain pel tadi. 

Bila kita melap benda cair tadi dengan plastik apakah peristiwa yang sama akan terjadi pada plastik ? Tidak.

Kertas tisu, koran dan kain pel memiliki banyak celah kecil yang dapat ditembus air sedangkan plastik tidak memiliki celah kecil yang dapat ditembus air.

Peristiwa meresapnya benda cair melalui celah-celah kecil disebut kapilaritas. Contoh lain kapilaritas terjadi pada sumbu kompor atau sumbu lampu tempel dan bak mandi tembok.





C. Sifat-sifat Benda Gas 
Berbeda dengan benda padat dan cair, benda gas lebih sulit untuk diamati. Contoh benda gas adalah udara dan asap. Udara tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan, sedangkan asap dapat dilihat dari wujudnya. Sifat-sifat benda gas akan diuraikan di bawah ini:

 

1.      Benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.

Ketika ban sepeda dipompa, gas masuk ke dalamnya. Ban akan terasa padat bila gas sudah memenuhi seluruh ruangan di dalamnya. Hal ini berarti benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.

2.      Benda gas menekan ke segala arah

Seperti halnya benda cair, benda gas juga memiliki sifat menekan ke segala arah. Bila balon yang terisi benda gas kita tusuk dengan jarum maka benda gas akan mengalir ke luar seperti halnya aliran air dalam botol yang dilubangi. Hal ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah.

3.      Benda gas terdapat di segala tempat

·        Benda gas yang selalu ada di sekitar kita adalah udara. 

·        Di semua tempat ada udara bahkan wadah yang terlihat kosong pun ternyata berisi udara. Udara merupakan benda gas yang tidak terlihat, kita tidak dapat melihatnya meskipun udara ada di sekitar kita. 

·        Gayung tidak dapat dibenamkan ke dalam air dalam keadaan tertelungkup. Karena di dalam gayung tersebut telah ada udara yang mengisi gayung. 

·        Pada saat gayung yang tertelungkup dimasukkan ke dalam air, udara di dalam gayung tidak mau pindah meskipun ke tempat yang lebih rendah. 

·        Tidak seperti air yang dapat mengalir ke tempat yang lebih rendah, udara hanya dapat berpindah ke tempat yang tekanannya lebih rendah. 

·        Udara di lembah dapat mengalir ke puncak gunung asalkan tekanan di puncak gunung lebih rendah dari pada tekanan di lembah.

·        Di dalam air dan tanah juga terdapat udara. Oleh karena itu, ada banyak makhluk yang dapat hidup di air atau pun tanah.

D. Perubahan Wujud Benda Padat, Cair, dan Gas

1. Perubahan wujud benda padat menjadi benda cair

·        Dalam kehidupan sehari-hari banyak contoh perubahan wujud, seperti gula yang melarut di dalam air. Perubahan yang terjadi adalah gula yang asalnya benda padat menjadi benda cair. 

·        Perubahan benda padat menjadi cair disebut mencair atau meleleh atau melebur. Peristiwa meleleh pun terjadi pada mentega yang terkena panas penggorengan, es krim yang mencair karena udara yang panas dan coklat yang meleleh karena panas di tangan kita. 

·        Jadi, perubahan wujud benda dari padat ke cair bisa disebabkan oleh panas.

 
2. Perubahan wujud benda cair menjadi penda padat

·        Jika air dimasukkan ke dalam freezer (di lemari es) maka air akan menjadi padat. 

·        Perubahan air menjadi padat dinamakan membeku. 

·        Mentega dan minyak pun akan membeku bila didinginkan.

·        Jadi, perubahan wujud benda cair menjadi benda padat dapat disebabkan oleh proses pendinginan. 

   
3. Perubahan wujud benda cair menjadi benda gas

·        Benda cair dapat berubah wujud menjadi benda gas bila dipanaskan. 

·        Perubahan benda cair menjadi benda gas disebut menguap. 

·        Contoh peristiwa penguapan; air yang dididihkan menghasilkan uap air, penguapan air di seluruh permukaan bumi akibat pancaran sinar matahari, penguapan air dalam tubuh tanaman melalui stomata dll.

 
4. Perubahan wujud benda gas menjadi benda cair

·        Pada saat ibu mendidihkan air maka kamu akan melihat butiran-butiran air ada di sekitar tutup panci, itu artinya uap air yang tadinya berbentuk gas ketika sampai ke panci dan terkena udara yang lebih dingin menyebabkan uap air itu berubah menjadi titik-titik air.

·        Kamu dapat melihat butiran-butiran air ini di tutup panci. 

·        Perubahan wujud benda gas menjadi benda cair disebut mengembun atau kondensasi.

 
5. Perubahan wujud benda padat menjadi benda gas

·        Apakah kamu pernah melihat kamper atau kapur barus? Kamper merupakan benda padat. Jika diletakkan di udara terbuka, kamper lama kelamaan akan habis. Kamper berubah menjadi gas yang menyebar di udara. 

·        Perubahan wujud benda padat menjadi benda gas ini disebut menyublim. 

·        Selain kamper yang dapat menyublim adalah es kering. Es kering bukan terbuat dari air tetapi dari karbon dioksida yang dipadatkan. Es kering dipakai untuk menjaga agar makanan tetap beku selama beberapa lama, sering dipakai juga untuk menghasilkan efek asap di panggung pertunjukan. 

2 komentar:

  1. sayang kurang dilengkapi dengan visual yang menarik, terutama untuk menarik minat baca dan belajar bagi siswa

    BalasHapus